September 18th, 2015

Penyebab Kabut Asap Semakin Parah di berbagai daerah di Indonesia

by Deddy Rahadhian

Image title



Akhir akhir ini rakyat Indonesia disuguhkan beritaberita tentang kabut asap dari berbagai daerah di Indonesia seperti Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan beberapa daerah di Kalimantan. Dan sampai saat ini penyebaran asap sudah sampai ke negri tetangga. Sungguh memprihatinkan karena kondisi ini selalu berulangulang seperti event tahunan saja. Tahun 2013 pernah terjadi kebakaran lahan yang begitu hebat hingga asapnya menyebar kemanamana, dan sekarang di tahun 2015 hal itu terulang lagi, dan malah semakin hebat.

AKAR MASALAH
Berdasarkan pengamatan yg ane lakukan dari berbagai sumber, ada banyak hal yang mempengaruhi semakin parahnya penyebaran asap. Dari banyak hal itu ane ambil 5 faktor penyebab utama mengapa kabut asap semakin parah di wilayah yang terdapat titik api maupun yang tidak terdapat titik api.

1. Kebakaran di Lahan Gambut
Menurut WWF, pada kondisi alami, lahan gambut tidak mudah terbakar karena sifatnya yang menyerupai spons, yakni menyerap dan menahan air secara maksimal sehingga pada musim hujan dan musim kemarau tidak ada perbedaan kondisi yang ekstrim. Namun, apabila kondisi lahan gambut tersebut sudah mulai terganggu akibatnya adanya konversi lahan atau pembuatan kanal, maka keseimbangan ekologisnya akan terganggu.

Pada musim kemarau, lahan gambut akan sangat kering sampai kedalaman tertentu dan mudah terbakar. Gambut mengandung bahan bakar (sisa tumbuhan) sampai di bawah permukaan, sehingga api di lahan gambut menjalar di bawah permukaan tanah secara lambat dan dan sulit dideteksi, dan menimbulkan asap tebal. Api di lahan gambut sulit dipadamkan sehingga bisa berlangsung lama (berbulan-bulan). Dan, baru bisa mati total setelah adanya hujan yang intensif.

2. Cuaca yang Ekstrem
Cuaca yang ekstrem seperti musim kemarau yang berkepanjangan dapat menyebabkan kebakaran hutan lebih lama, karena hutan terbakar asap pun semakin pekat,
Biasanya memasuki bulan September, Indonesia sudah mengalami musim penghujan, akan tetapi pada kenyataan hujan tak kunjung datang. Padahal hujan sangat diharapkan untuk dapat mengurai pekatnya kabut asap hasil pembakaran lahan.
Oleh karena itu, akibat kondisi cuaca di Indonesia yang sulit diprediksi inilah menyebabkan kabut asap semakin parah.

3. Pergerakan Angin
Ada pertanyaan yang cukup menggelikan dari beberapa kaskusker di trit tentang asap, mengapa bakar lahannya disana, tetapi asapnya kok nyampe disini. Bisa kita lihat dari gambar di atas, perkiraan arah angin bertiup dari Tenggara ke Barat. Misalnya untuk kebakaran lahan di Jambi, asapnya bakal kebawa angin hingga ke daerah Riau, sampai Singapura dan Malaysia hingga ke LCS. Kebakaran lahan di Kalimantan bagian selatan, asapnya akan terbawa ke bagian utara Kalimantan.

4. Penambahan Titik Api Baru
Kurangnya kepekaan oknum masyarakat di tengah peristiwa kebakaran hutan.
Dalam sehari ada banyak penambahan titik api baru terutama di daerah Kalimantan. Dalam 10 hari terakhir, titik api di Kalimantan cukup tinggi. Dengan banyaknya titik api ini tentunya bahaya kabut asap semakin merajalela.

5. Penanganan Aparat Terkait
Seperti yang ane katakan di atas, kebakaran hutan dan kabut asap seperti event tahunan di beberapa daerah di Indonesia. Kurang pedulinya pemerintah setempat terhadap masyarakat serta wilayahnya sendiri. Dalam penanganan misalnya terkesan lamban dan harus menunggu sampai kondisi darurat berbahaya baru ditangani secara maksimal. Pemda setempat seolaholah pasrah dan menunggu hingga status berbahaya agar dapat bantuan dari pemerintah pusat. Pembuatan hujan buatan dan pemadaman api masih terus dilakukan aparat terkait tetapi belum membuahkan hasil.

Image title

KESIMPULAN
Dari faktor di atas, penyebaran asap bisa dikatakan disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Eksternalnya adalah Alam dan Internalnya adalah manusia itu sendiri. Seperti kata pepatah tiada asap kalo tiada api, oleh karena itu mari kita lebih peduli dengan alam yang telah diberikan kepada kita. Juga buat semua elemen masyarakat daripada koarkoar di medsos saling menyalahkan, mencari siapa penyebabnya lebih baik kita ikut ambil bagian dalam proses pemadam dan pencegahan asap timbul kembali. Dan tak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa.

Comments (0)