August 8th, 2015

Jawa Timur bakal dilanda kekeringan mulai Juli hingga Oktober 2015

by Deddy Rahadhian

Musim kemarau tiba dan bencana kekeringan serentak melanda di banyak wilayah Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim mencatat adanya kekeringan parah di 193 desa yang ada di 24 kabupaten/kota se-Jatim.

Dari 24 daerah itu, BPBD Jatim akan lebih fokus penanganan kekeringan utamanya di Pulau Madura, Matraman (Bojonegoro, Ngawi, Trenggalek) dan Tapal Kuda (Probolinggo), sebab willayah tersebut kekeringannya sangat parah. “Tapi daerah lain juga tetap akan jadi fokus kami. Gubernur (Soekarwo) juga sudah menetapkan keadaan darurat bencana kekeringan yang berlaku bulan Juli sampai Oktober nanti,” ujar Kepala BPBD Jatim Sudarmawan, Rabu (29/7/2015).Kekeringan di Jawa Timur diprediksi lebih parah dari tahun sebelumnya

Sudarmawanmengakui, bencana kekeringan kali ini tergolong paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dijelaskan, selama dua tahun terakhir hari tanpa hujan hanya berlangsung sekitar empat bulan. Namun tahun 2015 ini, BMKG mencatat hari tanpa akan lebih panjang dan mencapai minimal enam bulan.

“Sementara jumlah desa yang berpotensi akan terdampak kekeringan kami perkirakan meningkat jumlahnya dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini mencapai 541 desa yang tersebar di 196 kecamatan. Dan jumlahnya juga kemungkinan bertambah,” paparnya.

Sudarmawan menambahkan, upaya yang dilakukan BPBD Jatim dalam mengurangi kekeringan, yaitu dengan menyebarkan 110 unit jet pump serta melakukan normalisasi 229 pipa saluran air. ”Kami juga telah memiliki 197 embung, 21 sumur bor, serta 2451 tandon dan membantu 24.794 jirigen air,” imbuhnya.

Bahkan, tiap sepekan sekali BPBD Jatim juga memberikan bantuan tambahan dengan menyalurkan tiga tangki air di masing-masing desa yang mengalami kekeringan.


Sumber : lensaindonesia.com

Comments (0)