March 24th, 2016

4 Strategi Bagi Organisasi Untuk Mempertahankan Member Retention

by Bagus Subekti



Member merupakan aset terpenting bagi organisasi Anda. Bukan hanya sekedar sebagai ladang pemasukan saja, lebih dari itu semua member bisa membuat organisasi Anda hidup, berjalan hingga sekarang, dan mencapai misi organisasi Anda.

Maka dari itulah, member retention merupakan salah satu hal yang harus Anda perhatikan. Apa itu member retention? Member retention merupakan feedback dari para member yang dengan senantiasa selalu mengingat apapun tentang organisasi Anda. Tidak hanya sekedar datang, lalu pergi lagi. Beberapa action harus bisa Anda lakukan untuk menjaga member attention yang baik para member Anda.

1. Utamakan Value

Jika kita membicarakan value yang bisa kita berikan untuk para member, konten merupakan media terbaik untuk melakukan hal tersebut. Berikan ide-ide terbaru dalam konten yang Anda sajikan dalam website organisasi dan juga newsletter Anda. Seperti contohnya value berupa tawaran kerja sama atau pemecahan suatu masalah yang sedang hangat diperbincangkan saat ini.

Tetapi, jika Anda mungkin masih belum yakin dengan apa yang sebenarnya member Anda butuhkan, buatlah sebuah survey. Lakukan sebuah survey dengan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan ketertarikan dan juga tujuan utama mereka bergabuing dengan Anda. Dengan tindakan yang sangat terbuka seperti ini, kami yakin para member akan dengan senang hati sharing dengan Anda.

2. Segmentasikan Membership

Perlu juga Anda membagi para member Anda menjadi beberapa kategori. Dengan jumlah member yang banyak serta member persona yang berbeda, treatment yang Anda berikan sebaiknya tidak semuanya sama. Maka dari itu, membagi mereka dalam beberapa kategori akan semakin memudahkan Anda dalam memberikan value seperti yang sudah kita sampaikan di point sebelumnya.

Dalam hal ini, kami menyarankan organisasi Anda untuk menggunakan AMS (Assopciation Management System). Seperti halnya GroupHub yang menggunakan ActiveCampaign untuk menjaga engagement dengan para member, yang sebelumnya sudah dibagi dalam 2 kategori yakni GroupHub users dan GroupHub subscribers. Dengan AMS tersebut, action yang kita berikan tidak akan salah sasaran dan memperkecil anggapan spam untuk kiriman-kiriman newsletter yang kita berikan.

Baca juga : 5 mitos blogging yang tak perlu dipercaya

3. Pantau Analytic

Setelah Anda berusaha memberikan value kepada para member Anda dengan memanfaatkan AMS yang sudah terintegrasi dengan website organisasi Anda. Anda harus sering-sering memantau analytic. Apakah mereka sudah menerima atau membuka email kiriman Anda? Apakah para member benar-benar mengunjungi website Anda? Lalu, jika hasil statistik menunjukkan hasil yang lebih baik dari action Anda, Anda bisa mengambil kesimpulan mengapa hal tersebut cukup berhasil sebagai referensi action Anda berikutnya.

4. Survey “Mantan” Member

Point ini sudah kami bahas di point nomor 1, survey perlu Anda lakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya para member butuhkan. Kami menyarankan, survey yang Anda lakukan tidak hanya Anda kirim ke para member Anda saat ini, kirimkan juga survey tersebut ke para “mantan” Anda. Mantan? Yups, mantan member Anda tentunya. Yaitu orang-orang yang memutuskan untuk tidak join lagi dengan organisasi Anda. Tidak ada salahnya Anda mengirim short survey untuk mereka. Tanyakan penawaran apa yang sebenarnya mereka butuhkan, serta tanyakan pula hal-hal yang sekiranya bisa menjadi masukan untuk organisasi anda kedepannya.




Setelah melakukan beberapa step diatas, Anda membutuhkan sedikit waktu menanggapi berbagai respons yang diberikan oleh para member dan juga “mantan” member Anda. Simpulkan hal positif yang bisa membangun organisasi Anda dalam hal mempertahankan member retention setelah mempelajari saran dan kritik para member.

Comments (0)