December 28th, 2015

3 Tips Dalam Mengatasi Short Attention Spans

by Bagus Subekti

Image titleAttention Span, yang bisa didefinisikan sebagai rentang perhatian merupakan hal yang sangat penting bagi para content creator (baik itu blog, artikel, poster, dsb). Hal ini dikarenakan tujuan kita untuk membuat suatu content adalah untuk menarik perhatian audience atau pembaca, agar pesan atau lead yang ingin kita sampaikan, dapat diterima oleh anggota, audience atau pembaca kita.

Tapi tahukah Anda jika rentang perhatian yang dimiliki oleh kebanyakan orang saat ini mengalami penurunan? Time Magazine mengatakan bahwa manusia saat ini memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dari ikan mas. Dan ternyata itu benar. Rata-rata rentang atensi ikan mas yaitu 9 detik, tapi berdasarkan sebuah penelitian dari Microsoft Corp., orang-orang saat ini pada umunya kehilangan konsentrasinya setelah 8 detik.Bahkan mungkin Anda sendiri mempunyai Attention span yang rendah secara tidak sadar. Coba cek video berikut.

Jadi, apa yang harus dilakukan oleh komunitas/organisasi akan fakta ini? Berikut ini merupakan 3 tips untuk mengatasi rentang perhatian yang pendek atau yang juga biasa disebut short attention spans.

1. Sediakan konten yang mudah dicerna

Menyediakan konten yang istilahnya sekali gigit merupakan cara yang tepat untuk langsung engage dengan para ember, tanpa harus menghabiskan banyak waktu mereka. Sertakan bersama postingan blog, infografik, video YouTube, dan postingan social media. Konten-konten tersebut merupakan cara yang cepat dan tepat, bahkan sama-sama bernilai seperti eBook dan whitepaper.

Jenis konten sangat tergantung dengan maksud dan tujuan komunitas Anda, namun yang paling efektif ialah memulainya dengan hal yang ringan dan mudah dicerna. Sebagai contoh komunitas hobby dan pecinta pop culture Jepang yang juga ada di GroupHub, Akiba Nation, yang juga menarik attention para anggotanya dengan artikel-artikel berbagai berita pop culture Jepang yang unik, termasuk di Social Medianya juga membagikan berbagai hal unik yang berkaitan dengan pop culture Jepang, Merupakan upaya untuk mendapatkan attention span yang lebih tinggi dari target audience atau pembaca yang tertarik dengan hobby dan pop culture Jepang. Hal tersebut sangat bias kita contoh dengan menemukan kesukaan dari para member, atau target audience kita, termasuk perilaku mereka sebagai referensi untuk dapat membuat konten yang mudah diterima.

Image title

2. Kurangi hal-hal yang bersifat menggurui, arahkan ke meeting

Cobalah untuk mengurangi hal-hal yang bersifat menggurui, dan arahkan member Anda pada meeting. Sebelum itu, buatlah meeting Anda lebih interaktif, maksudnya antara lain bias dengan memecah meeting menjadi bebearapa grup kecil, sehingga interaksi bisa saling berjalan di dalamnya.

Pilihan lain yaitu untuk mengajak mereka untuk membuat tweet dengan sebuah hashtag. Hal ini tidak hanya akan membuat member Anda selalu engage, tapi ini juga merupakan cara yang sangat tepat untuk share pengetahuan mengenai organisasi Anda melalui social media. Adapun cara lain yang juga sangat efektif adalah dengan sebuah Q&A/ Question & Answer, pertanyaan dari member dapat sangat memicu kita untuk menjelaskan secara jelas dan terarah tentang komunitas atau organisasi kita. Dan tidak hanya itu member pun bias dengan fokus memperhatikan jawaban dari pertanyaan yang dia lemparkan. Maka dari itu Q&A saat ini merupakan esensi untuk interaksi dan mendapatkan perhatian dari member atau audiens, dan secara online pun model interaksi seperti ini sudah bias dilakukan melalui email marketing, atau bahkan social media seperti GroupHub.

3. Hidupkan event organisasi Anda

Tentunya event yang Anda selenggarakan harus match dengan para member Anda, buat suasana yang tidak membosankan. Seperti contohnya, Anda bisa membuat acara dengan movie screening atau semacam acara interaktif team building untuk bisa semakin membuat suasana menjadi lebih fun. Jangan lupa juga untuk meminta masukan pada para member Anda.

Memang sulit mengarahkan perhatian banyak orang pada apa yang kita buat, terlebih lagi setiap orang memiliki kesibukannya sendiri. Namun, Anda harus tetap tenang, tetaplah bersemangat dengan proses engagement Anda bersama para member, karena ini merupakan langkah awal keberhasilan organisasi Anda.

Image title

Comments (0)